Kategori
Destinasi

Tempat wisata anak di bandung yang wajib dikunjungi

Berwisata di kota bandung

Tempat wisata anak di bandung yang wajib dikunjungi – Bandung ternyata tidak hanya terkenal dengan pusat belanjanya saja, namun juga tujuan-tujuan wisata yang ramah dan cocok untuk anak serta wisata kuliner yang lezat. Ada banyak sekali tempat wisata yang ramah dan pas untuk anak-anak jika Anda berkunjung ke Bandung. Mulai dari taman hingga wisata berbonus edukasi bisa didapatkan di sini.

Taman Lalu Lintas

Taman Lalu Lintas tidak hanya pas untuk jalan-jalan tapi juga bisa memberikan pengetahuan kepada anak tentang peraturan lalu lintas dan budayanya. Ada banyak juga jajanan khas Bandung yang siap memanjakan lidah Anda sembari menunggu si kecil bermain. Anda haya perlu membayar 6.000 Rupiah untuk hari biasa atau 7.000 Rupiah untuk hari Minggu dan hari libur.

Wisata ala koboy di De’Ranch Lembang

Tenang saja, meski tema utamanya adalah wisata koboi, tidak ada unsur kekerasan sama sekali di sini. Yang ada adalah kegiatan asyik seperti menunggang kuda, berfoto dengan kostum koboi, belanja, makan enak, dan masih banyak lainnya. Anak-anak bakal betah banget di sini karena ada banyak wahana yang bisa mereka jelajahi di tempat wisata ramah anak di Bandung ini.

Di sini si kecil bisa mencoba aktivitas lucu seperti naik kuda poni, bermain bareng kelinci, menyusui sapi dan kambing. Bagi anak yang lebih dewasa, ada wahana yang lebih menantang seperti flying fox, panahan, hingga trampolin. Dijamin deh, sehari saja tak akan cukup untuk menikmati semua wahana dan fasilitas di De’Ranch!

Lokasi: Jl. Maribaya no. 17 Lembang, Bandung Barat.
Jam buka: Setiap hari, 09.00 – 17.00
Harga tiket: 15,000 IDR per orang

Kampung Gajah Wonderland

Tenang, di dalam theme park water adventure ini tidak ada gajah berkeliaran kok. Hanya saja namanya memang menggunakan nama hewan yang pasti disukai oleh anak-anak, yaitu Kampung Gajah Wonderland. Letak wisata air ini ada di Lembang, pas untuk Anda yang mencari tempat wisata untuk anak-anak. Ada kurang lebih 20 wahana di dalamnya dan cocok juga untuk keluarga. Untuk bisa masuk, Anda harus membayar tiket masuk seharga 10.000 Rupiah untuk hari Senin sampai Kamis dan 20.000 Rupiah untuk hari Jumat hingga Minggu.

Lactasari Mini Farm

Letak peternakan mini ini ternyata bukan di pegunungan lho, tapi di sebuah mall tepatnya di Mall Paris van Java. Tempat wisata unik ini bisa Anda jadikan pilihan ketika Anda mengunjungi PVJ. Si kecil bisa melakukan aktivitas seperti memberi minum pada anak domba atau memberi makanan untuk kelinci. Nah, sembari ibu berbelanja, anak bisa ditemani oleh Ayah di tempat ini.

Masuki dunia penuh keajaiban di Trans Studio Bandung

Mau ketemu tokoh-tokoh populer anak yang sering muncul di layar kaca? Ingin memacu adrenalin di wahana-wahana yang menantang? Kepingin bernostalgia dengan Hollywood tahun 60-an? Semuanya bisa dilakukan di Trans Studio Bandung, kawasan wisata terpadu sekaligus taman hiburan indoor terbesar se-Asia Tenggara.

Bagi orang dewasa, tempat wisata ramah anak di Bandung ini adalah surga untuk berpetualang dan menguji nyali dengan wahana-wahana ekstrimnya. Dari Racing Coaster, Vertigo, Giant Swing, Kong Climb, hingga Pemburu Badai, dan masih banyak lagi. Anak-anak juga bakal dimanja dengan wahana seperti Dunia Anak, Si Bolang Adventure, Black Heart Pirate Ship, Pulau Liliput, serta beragam wahana menyenangkan lainnya. Studio ini juga kerap menggelar pertunjukan menarik.

Lokasi: Jalan Gatot Subroto No. 289, Cibangkong, Batununggal, Bandung.
Jam buka: Hari biasa, 10.00 – 18.00, akhir pekan dan peak season, 10.00 – 19.00
Harga tiket: 180,000 IDR untuk Senin-Kamis, 200,000 IDR untuk Jumat, 280,000 IDR untuk Sabtu, Minggu dan hari libur.

Kategori
Destinasi Rekreasi

6 Hal Ini Sangat Mahal di Jepang

6 Hal Ini Sangat Mahal di Jepang Tetapi Murah di Indonesia

6 Hal Ini Sangat Mahal di Jepang. Untuk memenuhi kebutuhan hidup di Jepang memang tidaklah murah. Apalagi jika harus membandingkannya dengan harga keperluan harian di Indonesia. Alasan membedakan nilai mata uang pun tak terhindarkan.

Anggapan mengenai selisih kurs itu memang tidak salah. Tetapi melihat kondisi serba mahal dari aspek tata kelola negara juga ada benarnya. Berikut ini 6 hal yang sangat mahal di Jepang padahal bisa gratis atau murah jika berada di Indonesia?

1. Air pembuangan rumah tangga dikenai biaya

Pemerintah Jepang sangat peduli atas sistem pembuangan air di negaranya. Oleh sebab itu, penghuni rumah dan apartemen di Jepang wajib membayar dua jenis tagihan air untuk kebutuhan rumah tangga. Pertama, tagihan atas penggunaannya. Kedua, tagihan atas pembuangannya.

Tagihan pertama tentu sudah lazim. Tetapi, pengenaan biaya untuk air pembuangan mungkin sedikit tidak biasa. Ya, setiap dua bulan sekali pemerintah memungut biaya air kotor atau “water sewage” sekitar ¥2.000 atau seharga Rp260 ribu.

2. Meski hasil cukurannya biasa saja, jasa pangkas rambut di Jepang memasang tarif paling murah Rp130 ribu

Harga jasa pangkas rambut di Jepang tergolong lumayan mahal. Jika penampilan yang diinginkan merujuk pada gaya rambut terkini, ongkos yang harus dikeluarkan bisa mencapai ¥4.500 atau Rp585 ribu. Kalau mau yang biasa saja, tarifnya minimal ¥1.000 atau Rp130 ribu. Itu pun belum termasuk hitungan pajak konsumsi.

3. Harga sayuran yang lumayan mahal

Harga seikat kangkung minimal ¥200 atau sekitar Rp26 ribu. Adapun harga satuan kubis sekitar ¥150 atau Rp20 ribu. Harga sayuran bisa lebih mahal jika banyak terjadi gagal panen akibat bencana alam.

Meski begitu, tingginya harga sayuran di Jepang berbanding lurus dengan kualitasnya. Petani Negeri Sakura memang dikenal serius dan piawai dalam melakukan cocok tanam.

4. Tarif taksi untuk kilometer pertama minimal Rp50 ribu

Boleh dibilang, taksi merupakan alternatif transportasi umum terakhir yang akan dipilih warga Jepang. Selama bisa ditempuh dengan jalan kaki, bersepeda, atau menumpang kereta, masyarakat Negeri Sakura akan menghindari penggunaan taksi untuk mencapai suatu lokasi.

Alasannya tentu saja karena harganya yang mahal. Untuk kilometer pertama saja, tarif yang ditetapkan sekitar ¥400-700 atau Rp50-90 ribu. Angkanya bisa naik hingga ¥100 atau Rp13 ribu untuk kilometer berikutnya. Belum lagi jika kendaraan berhenti dalam waktu lama karena macet. Argo bisa jalan terus.

5. Parkir di Jepang per 15-30 menit bisa mencapai Rp13 ribu

Tidak ada banyak lahan parkir mobil di kota-kota besar Jepang. Kalaupun ada, tarifnya lumayan mahal. Paling murah ¥100 atau Rp13 ribu per 15 atau 30 menit. Sedangkan untuk parkir selama 24 jam, biayanya minimal ¥1.000 atau Rp130 ribu.

Pengenaan tarif mahal untuk parkir kendaraan pribadi ini merupakan upaya pemerintah untuk mendorong warga menggunakan kendaraan umum. Cara ini berhasil jika melihat kondisi jalan di kota-kota Jepang yang hampir bebas dari kemacetan.

6. Ada uang yang akan dikeluarkan untuk membuang sampah rumah tangga

Sampah rumah tangga merupakan salah satu urusan yang dikelola dengan baik di Jepang. Tentu saja, ada biaya yang tidak sedikit untuk pengelolaannya. Paling tidak, agar sampah bisa diambil oleh petugas, penghuni rumah wajib membeli kantong khusus yang harganya ¥200 atau Rp26 ribu per 10 plastik.

Sedangkan untuk sampah berukuran besar atau elektronik, warga harus membeli stiker khusus yang harganya bisa mencapai ¥1000 atau Rp130 ribu. Sampah yang gratis pembuangannya hanya kaleng bekas kemasan minuman dan botol plastik yang bisa didaur-ulang.