Kategori
Rekreasi

Museum Bawah Air Pertama di Belahan Bumi Selatan

Museum Bawah Air Pertama di Belahan Bumi Selatan

Museum Bawah Air Pertama di Belahan Bumi Selatan, – Museum seni bawah laut pertama dan satu-satunya di belahan bumi Selatan, Museum Seni Bawah Air (MOUA) disebut sebagai pertemuan inovatif seni, sains, budaya, dan konservasi melalui serangkaian instalasi oleh pematung bawah air terkemuka Jason deCaires Taylor.

Terletak di bagian tengah Great Barrier Reef yang terdaftar sebagai warisan dunia, di lepas pantai Townsville, Australia akan secara resmi diluncurkan pada 1 Agustus, dengan tur dimulai.

Tahap pertama MOUA telah dipasang termasuk Ocean Siren di The Strand dan Coral Greenhouse di John Brewer Reef di Great Barrier Reef Marine Park, dengan instalasi lebih lanjut direncanakan untuk Pulau Palm dan Magnetic.

Selama ini, museum bawah air yang terkenal jadi jujugan para wisatawan berada di Spanyol dan Meksiko. Kini, Australia pun menghadirkan Museum of Underwater Art (MOUA). Tahap pertamanya resmi dibuka pada 1 Agustus 2020.

Sekilas tentang Museum of Underwater Art (MOUA)

Museum of Underwater Art (MOUA) menyoroti konservasi, restorasi, dan pendidikan tentang terumbu karang. Museum ini memadukan seni, sains, budaya, dan konservasi.

“MOUA sebagai titik pertemuan, di mana ilmu kelautan, seni, dan pariwisata bertemu,” ujar Jason deCaires Taylor dalam keterangan pers. Gak cuma itu, MOUA juga menyediakan pendidikan dan pengalaman berkelanjutan soal terumbu karang untuk pengunjung.

Pada 1 Agustus 2020, tahap pertama instalasi MOUA telah dipasang, yang terdiri dari Ocean Siren dan Coral Greenhouse. Dengan tema masing-masing, keduanya berada di tempat terpisah.

Ada pula Coral Greenhouse di John Brewer Reef

Gak jauh dari Ocean Siren, kamu bisa menemukan museum bawah laut yang disebut sebagai Coral Greenhouse di John Brewer Reef, Greet Barrier Reef, Townsville. Museum ini berbentuk menyerupai rumah kaca yang terbuat dari baja tahan karat setinggi sembilan meter.

Rumah kaca yang telah dibangun selama sembilan bulan ini dibuat sedemikian rupa. Supaya gak berkarat, serta kuat menahan gelombang dan siklon. Di dalamnya, kamu bisa melihat 20 patung seolah menjadi pelindung terumbu karang yang melakukan penelitian di dalam laboratorium.

Ocean Siren berada di The Strand, Townsville, sebagai representasi visual keadaan bawah laut

Patung Ocean Siren menggambarkan sosok Takoda Johnson, seorang gadis dari suku Wulgurukaba di Townsville. Patung tersebut dipasang di samping dermaga The Strand, Townsville. Tujuannya untuk menginspirasi aksi konservasi terumbu karang dan samudra yang berdampak positif terhadap lingkungan.

“Tujuan utamanya untuk membawa ilmu kelautan dan data ke lingkungan perkotaan secara jelas, supaya banyak orang memahami apa yang terjadi pada terumbu karang secara real time,” kata Jason deCaires Taylor.

Uniknya, patung ini berubah warna sebagai respons terhadap perubahan suhu air. Data suhu air diambil langsung dari Davies Reef yang dipasok Australian Institute of Marine Science.

Kenaikan suhu air menandakan pemanasan global yang bisa merusak ekosistem laut, termasuk terumbu karang. Dilansir dari Instagram Jason deCaires Taylor, kalau warnanya berubah jadi merah tua, artinya ada peringatan terjadi coral bleaching atau hilangnya warna cantik pada terumbu karang.