Kategori
Destinasi

Destinasi Kota Jepang yang Nyaman untuk Dihuni

Destinasi Kota Jepang yang Nyaman untuk Dihuni

Destinasi Kota Jepang yang Nyaman untuk Dihuni, – Terkenal dengan berbagai keindahan wisatanya, negara sakura, Jepang menjadi negara tujuan para traveler.

Selain tempat wisata, Jepang juga memberikan pemandangan indah, dan berbagai tempat tinggal yang sangat nyaman di berbagai penjuru kota Jepang.

Dilansir https://christian-mommies.com, Ternyata tak sedikit juga orang yang mendambakan tinggal di Negeri Sakura. Apakah kamu salah satunya? Sebelum itu, yuk simak kota yang paling nyaman untuk dihuni di Jepang!

1. Kyoto

Kyoto adalah salah satu kota di Jepang yang sangat nyaman dihuni. Selain punya banyak tempat wisata yang sangat bersejarah, Kyoto juga termasuk kota yang sangat bersih lho sehingga tak heran jika baik penduduk asli ataupun wisatawan sangat mendambakan kota yang miliki banyak kuil ini.

Meskipun termasuk daerah metropolitan, di Kyoto kamu tetap bisa menemui jalanan yang terkesan tradisional serta begitu sepi dan menenangkan.

Di sepanjang jalan tersebut juga kamu dapat menemukan berbagai kedai tradisional yang menjual makanan khas Kyoto dan Jepang. Selain itu di Kyoto juga kamu bisa menikmati indahnya pemandangan gunung Fuji.

Kota yang sangat kental akan ajaran buddha ini juga terlihat sangat cantik saat musim semi lho, seluruh kota akan ditutupi oleh warna merah muda bunga sakura. Bisa bayangkan gak gimana rasanya kamu tinggal di kota secantik Kyoto?

2. Chiba

Chiba adalah kota yang dianggap sebagai kota di Jepang paling ramah kepada penduduk muslim lho. Kota tersebut merupakan kota yang sudah tersertifikasi halal oleh Nippon Asia Halal Association.

Sehingga bagi kamu yang beragama muslim, tak perlu khawatir, di Chiba kamu bisa menemukan banyak sekali mushala serta pusat keagamaan islam.

Walaupun bukan termasuk kota yang terkenal di Jepang, sebenarnya Chiba adalah tempat yang sangat cocok untuk dihuni bagi kamu yang ingin tinggal di Jepang. Chiba adalah kota yang cenderung jauh dari kebisingan.

Berbatasan dengan Prefektur Ibaraki dan Samudra Pasifik yang tepat berada di sebelah timurnya membuat Chiba menjadi kota yang lebih hangat dari kota lainnya saat musim dingin.

Selain itu Chiba juga memiliki suhu yang cenderung lebih dingin saat musim panas dibanding Tokyo.

NB : Chiba sangat cocok ya untuk orang Indonesia yang tak terbiasa dengan musim dingin.

3. Osaka

Daerah yang merupakan kota dengan penduduk terpadat ke-3 di Jepang ini juga termasuk kota yang sangat nyaman untuk dihuni lho. Menjadi bagian dari daerah metropolitan tentunya membuat Osaka adalah tempat yang sangat strategis.

Walau begitu Osaka juga miliki keindahan yang masih asri lho. Terkenal dengan sungainya yang sangat banyak, Osaka adalah kota dengan jembatan paling banyak di Jepang.

Sepanjang jalan utama yakni Midosuji kamu bisa melihat keindahan daun daun ginkgo yang menguning saat musim gugur. Cantik banget lho.

Osaka juga termasuk kota yang lebih hangat dari Tokyo saat musim dingin sehingga kamu tak perlu terlalu khawatir tidak bisa melewati musim dingin dengan baik.

4. Fukuoka

Fukuoka adalah kota yang terletak diantara gunung gunung yang berada di Jepang, serta berada di dekat laut. Walaupun termasuk kota terbesar di Jepang, Fukuoka tetap menjadi kota yang menjaga budaya serta keindahan alamnya lho.

Akses dari Fukuoka ke kota atau negara lain juga sangat mudah sehingga kota ini adalah pilihan tepat untukmu yang miliki mobilitas tinggi.

5. Fujisawa

Fujisawa adalah sebuah kota yang terletak di prefektur Kanagawa yang termasuk kota dengan penduduk lebih sedikit dibanding kota di Kanagawa lainnya.

Terletak di pesisir pantai, Fujisawa adalah kota yang memiliki atmosfir santai dan nyaman. Transportasi yang tersedia di kota penuh sejarah ini juga sangat nyaman dan mudah sekali untuk diakses.

Di sana juga setiap harinya saat sore cerah kamu dapat melihat betapa cantiknya sunset yang terjadi di balik gunung fuji. Selain itu jika kamu tinggal di Fujisawa kamu akan bisa mendenger suara deburan ombak yang tak ada habisnya. Sangat menenangkan.

6. Nishinomiya

Terletak diantara Kobe dan Osaka, Nishinomiya adalah tempat yang cukup strategis. Nishinomiya juga merupakan kota yang sangat cocok bagi kamu yang ingin tinggal di kota bukan metropolitan. Namun dengan banyak tempat hiburan dan mall, akan sangat memudahkan bagi siapa saja yang sangat menyukai berbelanja bukan?

7. Matsuyama

Matsuyama adalah pilihan tempat tinggal di ibu kota prefektur yang relatif nyaman dan masih menyediakan gaya hidup yang santai, tidak terlalu “ngota” seperti kota metropolitan lainnya.

Ditambah di Matsuyama kamu bisa dengan mudah menemukan beberapa jenis buah jeruk terbaik Jepang lho. Di Jepang, buah-buahan cukup sulit ditemui dan rata rata harganya relatif mahal.

Nah, di Matsuyama kamu dapat menemukan pasar tradisional yang sangat nyaman dan bersih, jauh berbeda dengan di Indonesia deh pokoknya.

Di sana juga banyak onsen atau pemandian air panas yang dapat dengan mudah kamu temui lho. Salah satunya adalah Dogo Onsen yang merupakan mata air panas tertua di Jepang.

Walau tak setenar Kyoto, musim semi di Matsuyama juga sangat indah lho. Kamu dapat melihat bunga sakura bermekaran di sepanjang jalan di Matsuyama.

***

Nah itu dia kota di Jepang yang nyaman untuk dihuni. Untuk kamu yang suka menonton anime pasti sudah tidak asing ya. Walaupun terkesan sangat nyaman, tinggal di luar negeri bukanlah suatu hal yang mudah lho.

Apalagi Jepang adalah negara dengan biaya hidup yang tinggi. Tapi kalau untuk sekadar berwisata siapa sih yang bisa menolak keindahan dari negeri asal Doraemon ini?

Kategori
Destinasi Rekreasi

6 Hal Ini Sangat Mahal di Jepang

6 Hal Ini Sangat Mahal di Jepang Tetapi Murah di Indonesia

6 Hal Ini Sangat Mahal di Jepang. Untuk memenuhi kebutuhan hidup di Jepang memang tidaklah murah. Apalagi jika harus membandingkannya dengan harga keperluan harian di Indonesia. Alasan membedakan nilai mata uang pun tak terhindarkan.

Anggapan mengenai selisih kurs itu memang tidak salah. Tetapi melihat kondisi serba mahal dari aspek tata kelola negara juga ada benarnya. Berikut ini 6 hal yang sangat mahal di Jepang padahal bisa gratis atau murah jika berada di Indonesia?

1. Air pembuangan rumah tangga dikenai biaya

Pemerintah Jepang sangat peduli atas sistem pembuangan air di negaranya. Oleh sebab itu, penghuni rumah dan apartemen di Jepang wajib membayar dua jenis tagihan air untuk kebutuhan rumah tangga. Pertama, tagihan atas penggunaannya. Kedua, tagihan atas pembuangannya.

Tagihan pertama tentu sudah lazim. Tetapi, pengenaan biaya untuk air pembuangan mungkin sedikit tidak biasa. Ya, setiap dua bulan sekali pemerintah memungut biaya air kotor atau “water sewage” sekitar ¥2.000 atau seharga Rp260 ribu.

2. Meski hasil cukurannya biasa saja, jasa pangkas rambut di Jepang memasang tarif paling murah Rp130 ribu

Harga jasa pangkas rambut di Jepang tergolong lumayan mahal. Jika penampilan yang diinginkan merujuk pada gaya rambut terkini, ongkos yang harus dikeluarkan bisa mencapai ¥4.500 atau Rp585 ribu. Kalau mau yang biasa saja, tarifnya minimal ¥1.000 atau Rp130 ribu. Itu pun belum termasuk hitungan pajak konsumsi.

3. Harga sayuran yang lumayan mahal

Harga seikat kangkung minimal ¥200 atau sekitar Rp26 ribu. Adapun harga satuan kubis sekitar ¥150 atau Rp20 ribu. Harga sayuran bisa lebih mahal jika banyak terjadi gagal panen akibat bencana alam.

Meski begitu, tingginya harga sayuran di Jepang berbanding lurus dengan kualitasnya. Petani Negeri Sakura memang dikenal serius dan piawai dalam melakukan cocok tanam.

4. Tarif taksi untuk kilometer pertama minimal Rp50 ribu

Boleh dibilang, taksi merupakan alternatif transportasi umum terakhir yang akan dipilih warga Jepang. Selama bisa ditempuh dengan jalan kaki, bersepeda, atau menumpang kereta, masyarakat Negeri Sakura akan menghindari penggunaan taksi untuk mencapai suatu lokasi.

Alasannya tentu saja karena harganya yang mahal. Untuk kilometer pertama saja, tarif yang ditetapkan sekitar ¥400-700 atau Rp50-90 ribu. Angkanya bisa naik hingga ¥100 atau Rp13 ribu untuk kilometer berikutnya. Belum lagi jika kendaraan berhenti dalam waktu lama karena macet. Argo bisa jalan terus.

5. Parkir di Jepang per 15-30 menit bisa mencapai Rp13 ribu

Tidak ada banyak lahan parkir mobil di kota-kota besar Jepang. Kalaupun ada, tarifnya lumayan mahal. Paling murah ¥100 atau Rp13 ribu per 15 atau 30 menit. Sedangkan untuk parkir selama 24 jam, biayanya minimal ¥1.000 atau Rp130 ribu.

Pengenaan tarif mahal untuk parkir kendaraan pribadi ini merupakan upaya pemerintah untuk mendorong warga menggunakan kendaraan umum. Cara ini berhasil jika melihat kondisi jalan di kota-kota Jepang yang hampir bebas dari kemacetan.

6. Ada uang yang akan dikeluarkan untuk membuang sampah rumah tangga

Sampah rumah tangga merupakan salah satu urusan yang dikelola dengan baik di Jepang. Tentu saja, ada biaya yang tidak sedikit untuk pengelolaannya. Paling tidak, agar sampah bisa diambil oleh petugas, penghuni rumah wajib membeli kantong khusus yang harganya ¥200 atau Rp26 ribu per 10 plastik.

Sedangkan untuk sampah berukuran besar atau elektronik, warga harus membeli stiker khusus yang harganya bisa mencapai ¥1000 atau Rp130 ribu. Sampah yang gratis pembuangannya hanya kaleng bekas kemasan minuman dan botol plastik yang bisa didaur-ulang.