Kategori
Rekreasi

Daerah di Jatim Sudah Siap Buka Wisata New Normal

Daerah di Jatim Sudah Siap Buka Wisata New Normal

Daerah di Jatim Sudah Siap Buka Wisata New Normal – Di tengah meningkatnya kasus baru virus corona di Jawa Timur, ternyata masih ada daerah-daerah yang terbilang sudah mulai aman dari virus corona. Daerah-daerah di ujung timur Pulau Jawa ini pun sudah bersiap kembali membuka kembali objek wisatanya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) Jawa Timur menyebut, ada enam daerah yang siap membuka pariwisata di masa new normal atau normal baru. Enam daerah itu adalah Banyuwangi, Batu, Blitar, Pacitan, Kota dan Kabupaten Malang.

1. Kabupaten Banyuwangi paling siap membuka pariwisata di era normal baru 

Dari enam daerah tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah menyatakan diri siap membuka wisata dengan konsep new normal. Sementara Kota Batu yang dikenal sebagai kota wisata, sedang bersiap bersama Kota dan Kabupaten Malang.

“Banyuwangi kemarin melaporkan sudah siap. Kota Batu, setelah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) tidak diperpanjang mulai mempersiapkan sebaik-baiknya,” ujar Kepala Disbudpar Jatim, Sinarta, Kamis.

2. Pariwisata di era normal baru, protokol kesehatan tetap yang utama 

Sebelum wisata normal baru dibuka di enam daerah itu, Sinarta mengingatkan perihal protokol kesehatan. Tak hanya itu, Standard Operational Procedure (SOP) khusus juga harus disiapkan dan disosialisasikan. Termasuk penyediaan tempat cuci tangan, pengukur suhu tubuh, hand sanitizer, dan layanan kesehatan

“Semua pengelola wisata, baik wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan harus mengikuti dan menyesuaikan dengan protokol kesehatan,” kata Sinarta.

3. Disbudpar akan terjunkan tim untuk mengecek kesiapan wisata normal baru 

Nantinya, lanjut Sinarta, Disbudpar Jatim akan menerjunkan tim untuk mengecek kesiapan wisata new normal di enam daerah tersebut.

“Kami (Disbudpar) akan mengecek, kami akan lihat bagaimana sarana prasarananya, SDM-nya, juga tata laksana di masing-masing tempat wisata yang diusulkan masing-masing pemda,” dia menambahkan.

“Kalau sudah dipastikan kalau para pengelola wisata ini siap membuka tempatnya, kami akan maksimalkan di bidang pemasaran. Kami pikirkan bagaimana meyakinkan wisatawan untuk datang,” ucapnya.