Kategori
Rekreasi

Museum Bawah Air Pertama di Belahan Bumi Selatan

Museum Bawah Air Pertama di Belahan Bumi Selatan

Museum Bawah Air Pertama di Belahan Bumi Selatan, – Museum seni bawah laut pertama dan satu-satunya di belahan bumi Selatan, Museum Seni Bawah Air (MOUA) disebut sebagai pertemuan inovatif seni, sains, budaya, dan konservasi melalui serangkaian instalasi oleh pematung bawah air terkemuka Jason deCaires Taylor.

Terletak di bagian tengah Great Barrier Reef yang terdaftar sebagai warisan dunia, di lepas pantai Townsville, Australia akan secara resmi diluncurkan pada 1 Agustus, dengan tur dimulai.

Tahap pertama MOUA telah dipasang termasuk Ocean Siren di The Strand dan Coral Greenhouse di John Brewer Reef di Great Barrier Reef Marine Park, dengan instalasi lebih lanjut direncanakan untuk Pulau Palm dan Magnetic.

Selama ini, museum bawah air yang terkenal jadi jujugan para wisatawan berada di Spanyol dan Meksiko. Kini, Australia pun menghadirkan Museum of Underwater Art (MOUA). Tahap pertamanya resmi dibuka pada 1 Agustus 2020.

Sekilas tentang Museum of Underwater Art (MOUA)

Museum of Underwater Art (MOUA) menyoroti konservasi, restorasi, dan pendidikan tentang terumbu karang. Museum ini memadukan seni, sains, budaya, dan konservasi.

“MOUA sebagai titik pertemuan, di mana ilmu kelautan, seni, dan pariwisata bertemu,” ujar Jason deCaires Taylor dalam keterangan pers. Gak cuma itu, MOUA juga menyediakan pendidikan dan pengalaman berkelanjutan soal terumbu karang untuk pengunjung.

Pada 1 Agustus 2020, tahap pertama instalasi MOUA telah dipasang, yang terdiri dari Ocean Siren dan Coral Greenhouse. Dengan tema masing-masing, keduanya berada di tempat terpisah.

Ada pula Coral Greenhouse di John Brewer Reef

Gak jauh dari Ocean Siren, kamu bisa menemukan museum bawah laut yang disebut sebagai Coral Greenhouse di John Brewer Reef, Greet Barrier Reef, Townsville. Museum ini berbentuk menyerupai rumah kaca yang terbuat dari baja tahan karat setinggi sembilan meter.

Rumah kaca yang telah dibangun selama sembilan bulan ini dibuat sedemikian rupa. Supaya gak berkarat, serta kuat menahan gelombang dan siklon. Di dalamnya, kamu bisa melihat 20 patung seolah menjadi pelindung terumbu karang yang melakukan penelitian di dalam laboratorium.

Ocean Siren berada di The Strand, Townsville, sebagai representasi visual keadaan bawah laut

Patung Ocean Siren menggambarkan sosok Takoda Johnson, seorang gadis dari suku Wulgurukaba di Townsville. Patung tersebut dipasang di samping dermaga The Strand, Townsville. Tujuannya untuk menginspirasi aksi konservasi terumbu karang dan samudra yang berdampak positif terhadap lingkungan.

“Tujuan utamanya untuk membawa ilmu kelautan dan data ke lingkungan perkotaan secara jelas, supaya banyak orang memahami apa yang terjadi pada terumbu karang secara real time,” kata Jason deCaires Taylor.

Uniknya, patung ini berubah warna sebagai respons terhadap perubahan suhu air. Data suhu air diambil langsung dari Davies Reef yang dipasok Australian Institute of Marine Science.

Kenaikan suhu air menandakan pemanasan global yang bisa merusak ekosistem laut, termasuk terumbu karang. Dilansir dari Instagram Jason deCaires Taylor, kalau warnanya berubah jadi merah tua, artinya ada peringatan terjadi coral bleaching atau hilangnya warna cantik pada terumbu karang.

Kategori
Rekreasi

Tempat Wisata Yogyakarta Akan Dibuka Kembali

Tempat Wisata Yogyakarta Akan Dibuka Kembali

Tempat Wisata Yogyakarta Akan Dibuka Kembali, – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan dua destinasi wisata unggulan untuk diterapkan New Normal Pariwisata pada masa pandemi Covid-19 ini. Kedua wisata unggulan tersebut yakni wisata alam Kaliurang di Pakem dan Taman Tebing Breksi di Prambanan.

“Kami menyiapkan dua destinasi yakni Kaliurang dan Taman Tebing Breksi untuk diterapkan protokol New Normal Pariwisata setelah lebih dua bulan dua objek wisata ini ditutup untuk kunjungan wisatawan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih di Sleman, Selasa.

Perlahan tapi pasti, Yogyakarta kembali membuka beberapa destinasi wisata di masa new normal atau normal baru, pada awal Agustus ini. Jika sebelumnya beberapa destinasi wisata unggulan sudah dibuka, kini delapan destinasi lainnya siap dibuka untuk wisatawan.

Destinasi wisata tersebut tersebar di tiga kabupaten, yakni Kulonprogo, Gunungkidul, dan Sleman.

Bukit Wisata Pulepayung

Wisata ini menawarkan keindahan alam dari ketinggian. Sekilas, tempat ini mirip Kalibiru, yakni terdiri dari spot-spot foto yang menawan. Salah satu spot paling terkenal adalah kursi langit, sebuah kursi digantung di udara, sehingga fotomu berlatarkan jurang.

Ada pula spot dengan nama lolipop. Suasana warna-warni ini biasanya jadi spot favorit anak-anak. Belum lagi dengan latar belakangnya yang bentangan alam, dijamin fotomu bakal lebih ciamik.

Lokasi: Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta.

Jam operasional: setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB

Harga: Rp10.000

Pantai Sepanjang

Hampir sama seperti pantai lainnya yang berada di kawasan Gunungkidul, pantai ini memiliki pasir pantai berwarna putih yang lembut. Suasananya tak terlalu ramai. Banyak wisatawan yang datang hanya untuk duduk dan menikmati keindahan pantai hingga sore hari.

Lokasi: Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Jam operasional: setiap hari 24 jam

Harga: Rp10.000

Embung Nglanggeran

Buat kamu yang mencari destinasi wisata romantis, cobalah ke Embung Nglanggeran. Danau buatan berukuran 60 meter ini dikelilingi pegunungan dan bentang alam yang menawan. Dijamin membuat matamu enggan berkedip, deh.

Namun, kamu tak diperbolehkan berenang atau memancing di sini. Tenang, kamu tetap bisa bersantai di gazebo di pinggiran danau. Waktu paling tepat untuk ke sini adalah saat matahari terbenam, pemandangannya indah banget!

Lokasi: Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Jam operasional: Selasa-Minggu pukul 08.00-18.00 WIB

Harga: Rp10.000

Pantai Krakal

Kalau pengin menikmati keindahan pesisir dengan pemandangan batu karang, datanglah ke Pantai Krakal. Pantai ini jadi salah satu yang paling diincar wisatawan, karena keunikan dua batu karang besar yang mengapit pantai.

Asyiknya lagi, kedua batu tersebut bisa kamu naiki. Aksesnya cukup mudah, tetapi tetap harus berhati-hati, karena cenderung licin. Dari atas situ, kamu bisa melihat lanskap lautan biru yang memesona.

Lokasi: Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Jam operasional: setiap hari 24 jam

Harga: Rp10.000

Sungai Mundal

Wisata Sungai mundal merupakan sebuah kolam pemandian dengan air yang sangat jernih. Didominasi warna biru toska, air kolam terasa sangat memanjakan mata, sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

Gak cuma bisa berendam sampai puas, kamu juga bisa berenang dengan ban karet dengan harga sewa sebesar Rp5000. Kalau pengin yang lebih seru, cobalah flying fox seharga Rp15 ribu.

Lokasi: Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.

Jam operasional: setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB

Harga: Rp5.000

Kategori
Rekreasi

Tempat Wisata Paling Horor di Malang

Tempat Wisata Paling Horor di Malang

Tempat Wisata Paling Horor di Malang – Bukan hanya wisata alamnya yang indah, Malang juga memiliki banyak destinasi yang sarat cerita mistis. Bukannya dihindari, tapi justru mengundang minat wisatawan untuk datang.

Dan inilah beberapa wisata horor yang paling terkenal di Malang, Jawa Timur.

1. Hotel Niagara

Sudah banyak cerita horor yang terdengar dari salah satu hotel di kawasan Lawang ini. Berdiri sejak 100 tahun lalu, awalnya hotel ini difungsikan layaknya penginapan biasanya.

Lambat laun, hotel hanya digunakan sebagian, sisanya ditutup rapat.

Karena tidak sering digunakan, mungkin itulah jadi salah satu penyebab hotel tampak angker. Apalagi beberapa tamu mengungkapkan isu adanya penampakan sosok nonik Belanda.

2. Museum Brawijaya

Berada di atas lahan seluas 10.500 meter persegi, Museum Brawijaya dibangun pada 1967. Diresmikan setahun kemudian, terdapat banyak koleksi yang masih terjaga baik di sini.

Seperti tank, gerbong maut, perahu segigir, senjata api, peta penugasan pasukan Brawijaya, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 14.30, museum ini difungsikan sebagai sarana rekreasi dan edukasi di tengah kota. Namun, karena banyaknya benda bersejarah, tak jarang ada yang tertarik untuk jerit malam atau “uji nyali” di sini.

3. Gunung Kawi

Sebagai pendaki biasa, mungkin kamu hanya menikmatinya sebagai sebuah gunung yang sangat indah. Di balik itu semua, sebenarnya Gunung Kawi menyimpan banyak misteri. Gunung ini dikenal sebagai tempat untuk melakukan ritual tertentu.

Konon katanya, banyak praktik pesugihan dan tumbal yang terjadi di sini. Mereka berharap bisa mendapatkan kualitas perekonomian yang lebih baik lagi.

4. Pabrik Jamur Cangar

Saat pagi hingga sore hari, liburan ke kawasan Cangar memang menyenangkan. Ketika malam hari, suasana menjadi kelam karena kurangnya pencahayaan. Di samping itu, ada pula pabrik usang yang ditinggal pengelolanya.

Suasananya tampak mistis, sehingga menimbulkan rasa takut tersendiri. Meski demikian, tempat ini jadi favorit para fotografer untuk mengabadikan foto dengan latar bintang-bintang.

5. Rumah Hantu Ijen

Lokasinya berada di Jalan Rinjani Nomor 14. Rumah ini ditinggalkan pemiliknya sejak 1986. Karena adanya sengketa hak milik.

Dan akhirnya rumah tersebut tak kunjung mendapatkan pemilik barunya. Padahal rumahnya cukup mewah dengan gaya arsitektur khas Eropa.

Menurut pengakuan warga sekitar, di rumah tersebut pernah terlihat noni Belanda di atas atap. Terkadang ada sosok hantu menir Belanda duduk-duduk di teras.

Kategori
Rekreasi

Tempat Wisata di Palembang Yang Hits

Tempat Wisata di Palembang Yang Hits

Tempat Wisata di Palembang Yang Hits – Kota Palembang di Sumatera Selatan dikenal akan berbagai adatnya maupun kuliner pempek yang khas. Wisata di Palembang juga tidak ketinggalan indah.

Anda bisa menikmati makanan yang nikmat dan lezat bahkan sudah populer hingga ke seluruh pelosok Indonesia. Nah, jika memiliki rencana untuk pergi ke kota Palembang maka tidak sah rasanya jika Anda tidak pergi ke beberapa tempat kekinian yang ada di kota itu.

Selain dikenal sebagai Kota Pempek, Palembang juga punya banyak tempat wisata yang tidak kalah seru dan kece. Mulai dari wisata pantai Palembang, tempat kekinian di Palembang, sampai tempat-tempat bersejarah yang sekalian menjadi tempat wisata edukasi.

Jadi salah satu kota tertua di Indonesia, Palembang merupakan wilayah peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang menyimpan sejuta warisan budaya. Gak cuma terkenal dengan makanan khasnya, Palembang juga memiliki potensi yang sangat menarik.

Terbukti pada 2018, Palembang berhasil terpilih menjadi tuan rumah Asian Games 2018 bersama Jakarta.

Jembatan Ampera

Jadi ikon Palembang, rasanya kurang afdol kalau gak berkunjung ke Jembatan Ampera. Dibangun sejak 1965, jembatan ini menghubungkan dua daerah, yaitu Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan Sungai Musi.

Demi menyambut Asian Games 2018, Jembatan Ampera direnovasi jadi makin cantik. Ada bangku-bangku di pinggirnya dan jam analog raksasa yang ditempatkan di menara jembatan. Wajib foto-foto, deh!

Pulau Kemaro

Letaknya sekitar enam kilometer dari Jembatan Ampera, Pulau Kemaro terletak di tengah-tengah Sungai Musi. Pulau ini salah satu destinasi terkenal di Palembang, nuansa budaya China-nya sangat kental.

Kamu akan menemukan pagoda dengan sembilan lantai, Kelenteng Hok Tjing Rio, kuil Buddha, serta makam Pangeran Tan Bun An dan Putri Siti Fatimah yang berdampingan. Konon, ada Pohon Cinta di pulau ini yang dipercaya masyarakat sekitar bisa membuat hubungan langgeng kalau kamu mengunjunginya. Tertarik ke sini bersama pasangan?

Masjid Cheng Ho Palembang

Ada sebuah masjid unik yang memiliki bangunan dengan unsur Cina, Arab, dan Palembang. Konon katanya, Laksamana Cheng Ho asal China sempat berkunjung ke Palembang dan menyebarkan Islam.

Tempatnya Instagramable, masjid Cheng Ho Palembang memiliki bangunan yang didominasi warna merah. Keren ya?

Sekanak Sidewalk

Sekana Sidewalk merupakan spot wisata baru di Palembang. Pemerintah setempat mengubah tempat ini untuk menyambut Asian Games 2018. Jalan dan temboknya warna-warni, tempat ini tampak Instragamable banget.

Air Terjun Maung

Destinasi alam di Palembang juga gak boleh terlewatkan. Ada Air Terjun Maung yang memiliki tinggi hampir 80 meter.

Air terjun ini mengalir dari tebing yang hijau. Udaranya sejuk banget, cocok jadi tujuan piknik bersama keluarga. Bakal seru, deh!

Kategori
Rekreasi

Wisata Berbentuk Hati Secara Alami

Destinasi Wisata yang Berbentuk Hati Secara Alami, Cantik Banget!

Wisata Berbentuk Hati Secara Alami – Ada banyak destinasi di Indonesia yang cocok dikunjungi saat Valentine. Tidak hanya memiliki panorama alam yang natural. Beberapa destinasi romantis ini juga unik karena memiliki pemandangan alam berbentuk hati.

Banyak destinasi wisata di dunia yang memiliki keunikan tersendiri. Misalnya memiliki bentuk-bentuk tertentu yang menarik. Hati salah satunya.

Tanpa ada campur tangan manusia, beberapa destinasi wisata ini berbentuk hati secara alami. Panoramanya indah, kesannya pun kian romantis. Berikut daftarnya:

Spicnik, sebuah kota kecil di Slovenia, memiliki jalanan unik berbentuk hati. Kamu bisa melihatnya dari Dreisiebner Stefka Farm

a879ec3e c32a 42c3 a25f a07538bdbaaf istock 971748210 d07c4b750c48db0ed4beb86a10e9d753 - Wisata Berbentuk Hati Secara Alami

Heart Reef, Australia, bisa dilihat dari atas via helikopter. Terumbu karang di Great Barrier Reef ini dilindungi, sehingga gak bisa diving ataupun snorkeling di sini

b88835877z1 20170629134907 000gdfmbfnq2 0 ph9zg4g5nlfkvkhqho2 t1880 777dc7f5495588c31249290f4cbfc331 - Wisata Berbentuk Hati Secara Alami

Lake Calvaresc, Swiss, berada di kawasan Pegunungan Alpen dengan ketinggian sekitar 7000 kaki di atas permukaan laut. Dibutuhkan sekitar tiga hari untuk mendaki

shutterstock 246711601 640x427 67dbdc2ff942aeccb94ea11bbd07486a - Wisata Berbentuk Hati Secara Alami

Cœur de Voh, Kaledonia Baru, merupakan deretan hutan mangrove yang membentuk hati secara alami. Sayangnya, hanya bisa dilihat melalui helikopter atau pesawat

coeur 768x512 98938a129238d5e8f11c5c3667c4bfeb - Wisata Berbentuk Hati Secara Alami

Pulo Cinta adalah pulau yang sangat kecil dengan bentuk hati di Gorontalo, Indonesia. Penginapan dengan jalur berbentuk hati pun dibangun di sekitarnya. Pulau ini sangat populer dikunjungi oleh pasangan saat berbulan madu. Terutama saat Hari Valentine, Pulo Cinta menjadi daftar tempat wisata Anda. Di Pulau ini terdapat cottage atau penginapan yang berada di tengah pantai, serta dihubungkan oleh jembatan-jembatan kayu sehingga keseluruhan tampak seperti bentuk tanda hati.

95803934 157859785733120 8678186520219685879 n 761f592964172ba6264149a70892c2bf - Wisata Berbentuk Hati Secara Alami

Untuk Mencapai Danau Tersebut Memang Butuh Perjuangan

Ada bebatuan yang terkena erosi di Upper Antelope Canyon, Amerika Serikat, lalu membentuk hati. Kamu harus mendaki dengan bantuan pemandu wisata untuk melihatnya

dsc 2011 a0f179c31f5a23c05a2857b3898b4c7d - Wisata Berbentuk Hati Secara Alami

Lake Toyoni di Jepang ini berbentuk hati saat dilihat dari atas. Dikelilingi hutan alami yang lebat membuat danau ini semakin menawan

ph1081 02 b05f5a25c8e03284de5593ee35714ddf - Wisata Berbentuk Hati Secara Alami

Hamar-Daban, Rusia, merupakan pegunungan dengan puncak tertinggi bernama Utulinskaya Podkova. Di dekat pegunungan ini terdapat danau kecil berbentuk hati, lho!

395 a8b500188aecf8de81bc1d28d529da53 - Wisata Berbentuk Hati Secara Alami

Praia de Castelhanos, Brasil, memiliki medan yang sangat sulit untuk mencapai tempat ini. Sesampainya di lokasi, kamu akan melihat hamparan pasir pantai yang membentuk hati

ilhabela meio ambiente praia de castelhanos leste robert werner bx 9c0d02306d6590ab7ff6d7b3960efc7a - Wisata Berbentuk Hati Secara Alami

Lindos, kota berada di Yunani ini memiliki danau kecil berbentuk hati. Berada di tepi pantai membuat danau menjadi tampak lebih indah

1049 36fa43b7e137bdc356cdb380b8ff6ce9 - Wisata Berbentuk Hati Secara Alami

Itulah beberapa destinasi wisata yang secara alami berbentuk hati. Ternyata Indonesia juga punya wisata berbentuk hati yang gak kalah indah, lho. Unik banget, ya! Cocok banget dikunjungi bareng pasangan, nih!

Kategori
Destinasi Rekreasi

Destinasi Wisata Paling Hits di Semarang

Destinasi Wisata Paling Hits di Semarang

Destinasi Wisata Paling Hits di Semarang – Akhir tahun banyak orang yang memutuskan untuk berlibur supaya tak jenuh berada di rumah saja. Belakangan ini gaya liburan staycation banyak dipilih masyarakat. Ini karena dengan melakukan staycation, masyarakat bisa tetap liburan meski budgetnya terbatas.

Staycation mulai hadir di Amerika sejak terjadinya krisis ekonomi tahun 2007. Di Inggris, staycation mulai populer tahun 2009 saat Poundsterling melemah dan membuat biaya liburan ke luar negeri menjadi cukup mahal. Staycation populer untuk mereka yang tidak memiliki bujet lebih untuk melakukan traveling.

Di balik kesibukannya, Semarang ternyata menyimpan begitu banyak lokasi wisata yang layak dikunjungi. Mulai dari wisata alam, religi, sejarah, hingga budaya.

Banyak orang yang masih bingung antara perbedaan staycation dan juga vacation. Supaya mudah membedakan, kamu bisa mengingat bahwa staycation artinya liburan dengan mengunjungi area yang berada tak jauh dari lingkungan tempat tinggal. Sementara vacation artinya liburan dengan bepergian ke suatu destinasi wisata baik dekat maupun jauh.

Ayana Gedong Songo

Ayana Gedong Songo berlokasi di Krajan, Banyukuning, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah. Di sini kamu bisa nongkrong sambil menikmati beragam spot cantik yang Instagramable banget.

Pengelola Ayana memang menyediakan banyak spot yang bisa dipakai para pengunjung untuk berfoto, di antaranya ada bubble tent, balon udara, tempat duduk unik di tengah kolam, dan hammock. Suasananya pun begitu menyegarkan, karena Ayana berada cukup jauh dari hingar bingar lalu lintas.

Klenteng Sam Po Kong

Rasanya belum afdol kalau ke Semarang tapi gak main ke Klenteng Sam Po Kong. Klenteng yang berlokasi di Jalan Simongan, Bongsari, Semarang Barat, ini memang sarat akan sejarah Nusantara.

Lokasi ini merupakan bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama Laksamana China beragama Islam yang dikenal bernama Cheng Ho. Kamu bisa berburu spot foto menarik di sini.

Jangan lupa pula menyewa pakaian khas China yang tersedia di dekat loket utama. Waktu terbaik untuk mengunjungi Klenteng Sam Po Kong adalah sore hari.

Pagoda Avalokitesvara

Pagoda Avalokitesvara beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung, Banyumanik, Semarang. Sama seperti Sam Po Kong, Pagoda Avalokitesvara juga bisa menjadi spot foto yang menarik saat kamu berkunjung ke Semarang.

Pagoda yang dibangun pada 1955 ini memiliki tinggi sekitar 45 meter, yang terdiri dari tujuh tingkat. Tiap tingkatan terdapat empat buah patung Dewi Kwan Im yang menghadap empat penjuru mata angin.

Watu Gunung

Watu Gunung berlokasi di Desa Lerep, Ungaran Barat, Semarang. Di tempat ini kamu bisa menikmati kolam pemandian dengan panorama khas Pegunungan Ungaran. Suasananya yang tenang dan jauh dari hingar bingar perkotaan juga cocok buat kamu yang bosan dengan rutinitas kota yang bising.

Pondok Kopi Umbul Sidomukti

Buat kamu yang doyan ngopi, dijamin betah ketika mengunjungi Pondok Kopi Umbul Sidomukti ini, deh. Lokasinya berada tepat di kaki Gunung Ungaran, membuat tempat ngopi yang satu ini punya pemandangan dan suasana yang ciamik.

Jika masih punya waktu, kamu juga bisa mengunjungi kolam renang alam yang lokasinya tak jauh dari Pondok Kopi.

Kategori
Rekreasi

Tempat Wisata Ini Punya Sejarah yang Menyeramkan

Tempat Wisata Ini Ternyata Punya Sejarah yang Pilu dan Menyeramkan

Tempat Wisata Ini Punya Sejarah yang Menyeramkan – Pada umumnya, tempat wisata memang seharusnya menjadi tempat yang menyenangkan dan menggembirakan. Tapi siapa sangka, ternyata ada beberapa tempat wisata yang dulunya pernah di jadikan tempat pembantaian.

Lokasi wisata lazimnya menjadi tempat yang menyenangkan dan penuh dengan kegembiraan. Namun siapa sangka, beberapa tempat wisata ternyata pernah menjadi saksi bisu peristiwa pembantaian.

Di balik keindahannya, tempat-tempat wisata ini pun menyimpan misteri dan sejarah yang menyeramkan. Di mana saja ya? Berikut daftarnya.

Museum Fatahillah, Jakarta

Siapa yang tak kenal Museum Fatahillah? Museum yang terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, ini kerap menjadi tempat nongkrong kaum milennialls hingga tempat piknik asyik untuk keluarga.

Namun sebelum menjadi destinasi wisata, Museum Fatahillah dulunya sempat menjadi penjara dan tempat eksekusi. Sekitar tahun 1740, Gubernur Hindia Belanda Adriaan Valckenier pernah memerintahkan ribuan orang Tionghoa berbaris di depan Museum Fatahillah.

Mereka kemudian dieksekusi secara sadis oleh para algojo yang telah disiapkan. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Geger Pecinan.

Hutan Jati Petak 45F, Kendal, Jawa Tengah

Hutan Jati Petak 45F terletak di Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Masyarakat sekitar percaya hutan ini merupakan tempat yang angker.

Pasalnya, pada 1965, kawasan hutan ini menjadi lokasi pembantaian para terduga simpatisan PKI. Konon, para pengikut PKI tersebut dipaksa menggali lubang untuk makamnya sendiri, sebelum akhirnya ditembaki dengan menggunakan senjata.

Pulau Kumala, Tenggarong

Kini menjadi tempat yang Instagramable dan ramai dikunjungi wisatawan. Pulau yang memiliki luas wilayah 76 hektare ini memiliki banyak spot yang memanjakan para wisatawan untuk ber-selfie ria.

Namun, sebelum tahun 2000, tempat ini merupakan pulau kosong. Saking lamanya tak terjamah manusia, tempat ini pun dipercaya jadi sarangnya makhluk halus.

Banyak yang mengaku diganggu penampakan makhluk gaib seperti sosok genderuwo atau sosok wanita cantik berwajah pucat yang tiba-tiba hilang saat didekati.

Apakah Anda Sudah Mendengar Cerita Ini Sebelum Mengunjungi Tempat Tersebut

Gua Jomblang, Yogyakarta

Gua Jomblang merupakan salah satu gua vertikal yang cukup terkenal di kalangan traveler. Lokasinya berada di Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Gua ini menyuguhkan keindahan sinar matahari yang biasa disebut ‘cahaya surga’.

Namun di balik keindahannya, Gua Jomblang ternyata pernah menjadi saksi bisu peristiwa pembantaian massal, yakni pembantaian ratusan orang yang dituduh terlibat Partai Komunis Indonesia atau PKI.

Orang-orang tersebut dibariskan di pinggir mulut gua dengan tangan terikat satu sama lain. Ketika satu orang ditembak, maka seluruhnya akan ikut terjatuh ke dasar gua dan tewas mengenaskan.

Pulau Nusa Barung, Jember, Jawa Barat

Pulau ini terkenal sangat indah dan masih alami. Pasirnya putih bersih, dikelilingi hutan hijau, dan air lautnya berwarna biru kehijauan.

Namun di balik keindahannya, Nusa Barung ternyata punya sejarah yang cukup memilukan. Dulunya wilayah ini masuk dalam kekuasaan Kerajaan Blambangan.

Sekitar tahun 1777, terjadi peperangan antara Kerajaan Blambangan dengan Pemerintahan Belanda yang menewaskan banyak orang di sini. Sejak itu, Pulau Nusa Barung terlarang bagi penduduk sekitar. Pada tahun 1920, pulau ini resmi dijadikan cagar alam.

Kamu sendiri pernah mampir ke destinasi yang mana saja nih?

Kategori
Destinasi

Tempat Wisata Alam di Pekalongan

Tempat Wisata Alam di Pekalongan

Tempat Wisata Alam di Pekalongan – Tempat wisata Pekalongan tidak kalah mempesona dengan daerah lain di Indonesia. Pekalongan memiliki wisata laut, taman, gunung, air terjun, hingga museum Batik. Semuanya itu bisa diekplorasi untuk menambah wawasan sekaligus melepaskan stres dari rutinitas.

Pekalongan merupakan salah satu wilayah di Jawa Tengah yang berada di utara Pulau Jawa. Wilayah yang terdiri dari kota dan kabupaten ini tak hanya memiliki kerajinan batik yang indah. Tetapi juga kaya wisata alam yang menawan.

Buat kamu yang berencana liburan, gak ada salahnya nih untuk mencoba mengunjungi spot-spot wisata alam di Pekalongan.

Curug Madu

Curug Madu berlokasi di Lemah Abang, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan. Lokasinya tak begitu jauh dari pusat Kota Pekalongan.

Waktu tempuh dari pusat kota sekitar 30 menit menggunakan kendaraan bermotor. Disini menyuguhkan air terjun dengan suasana yang segar serta pepohonan yang rindang.

Curug Tirta Muncar

Curug Tirta Muncar berada di Curugmuncar, Kecamatan Petungkriono, Kabupaten Pekalongan.  Tirta Muncar menawarkan keindahan air terjun dengan suasana khas pegunungan yang menyegarkan.

Namun kamu perlu hati-hati, karena akses menuju ke Tirta Muncar cukup sulit dengan medan curam dan licin.

Kedung Sipingit

Kedung Sipingit dikenal dengan sebutan Black Canyon. Lokasinya berada di Kayupuring, Kecamatan Petungkriono, Kabupaten Pekalongan.

Bengkelung Park

Bengkelung Park berlokasi di Sidoharjo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan. Spot wisata ini juga punya air terjun yang masih asri.

Jernihnya air yang dikelilingi hijaunya pepohonan dijamin bikin betah. Apalagi di sini kamu diperbolehkan mandi atau main air. Tapi harus tetap hati-hati ya, guys!

Welo Asri

Ada Welo Asri berada di Kayupuring, Kecamatan Petungkriono, Kabupaten Pekalongan. Spot wisata ini menawarkan wahana air berupa river tubing dengan biaya sekitar Rp75 ribu per orangnya. Segar dan jernihnya air di Welo Asri dijamin bikin betah berlama-lama di sini.

Curug Bajing

Curug Bajing berlokasi di Gumelem, Kecamatan Petungkriono, Kabupaten Pekalongan. Tempat wisata ini punya air terjun yang cantik, karena tepat berada di bawah air.

Curug Bajing punya tinggi air tejun sekitar 75 meter, dengan kolam di bawahnya berdiameter sekitar tiga meter. Namun, pengelola meminjam pengunjung untuk mandi karena arusnya cukup deras.

Kategori
Rekreasi

Berpetualang di Green Canyon Kabupaten Pangandaran

Berpetualang di Green Canyon Kabupaten Pangandaran,- Grand Canyon atau Ngarai Besar adalah sebuah ngarai tebing-terjal yang diukir oleh Sungai Colorado di utara Arizona, Amerika. Jika merasa terlalu jauh untuk berkunjung ke Grand Canyon yang ada di Amerika, maka anda hanya perlu berkunjung ke Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat.

Disana terdapat tempat wisata yang menyerupai Grand Canyon, yaitu Green Canyon. Green Canyon sendiri tak kalah cantiknya dengan Grand Canyon di Amerika. Green Canyon sebenarnya memiliki nama asli Cukang Taneuh. Nama Green Canyon sendiri dipopulerkan oleh seorang warga Perancis pada tahun 1993.

Sedangkan Cukang Taneuh jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah jembatan tanah. Nama ini diberikan karena di atas lembah dan jurang Green Canyon terdapat jembatan dari tanah yang digunakan oleh para petani untuk pergi berkebun.

awesome green anyon with green of the plant and blue water - Berpetualang di Green Canyon Kabupaten Pangandaran

Untuk mengunjungi Green Canyon, jika dari Kota Ciamis berjarak sekitar 130 Km atau jika dari Pangandaran berjarak sekitar 31 Km. Di dekat objek wisata ini terdapat objek wisata Batukaras serta Lapangan Terbang Nusawiru.

Objek wisata mengagumkan ini sebenarnya merupakan aliran dari sungai Cijulang yang melintas menembus gua yang penuh dengan keindahan pesona stalaktif dan stalakmitnya.

Selain itu daerah ini diapit oleh dua bukit dengan banyaknya bebatuan dan pepohonan yang rimbun. Semuanya itu membentuk seperti suatu lukisan alam yang begitu indah.

Untuk mencapai lokasi ini wisatawan harus berangkat dari dermaga Ciseureuh. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan perahu tempel atau kayuh yang banyak tersedia disana.

Jarak antara dermaga dengan lokasi Green Canyon sekitar 3 Km, yang bisa ditempuh dalam waktu 30-45 menit. Sepanjang perjalanan kita akan melewati sungai dengan air berwarna hijau tosca. Mungkin dari sinilah nama Green Canyon berasal.

Setelah mencapai tempat yang sempit dan sulit dilewati oleh perahu berarti sudah sampai di mulut Green Canyon dengan air yang sangat jernih dan berwarna kebiru-biruan. Di sinilah awal petualangan menjelajah keindahan objek wisata ini dimulai.

Keindahan Green Canyon diapit tebing tinggi - Berpetualang di Green Canyon Kabupaten Pangandaran

Dari sini wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dengan berenang atau merayap di tepi batu. Disini telah disediakan ban dan pelampung bagi yang memilih untuk berenang. Meski harus menempuh perjalanan seperti ini, perjalanan dijamin sepenuhnya aman.

Bahkan untuk anak-anak >6 tahun cukup aman untuk menyusuri aliran sungai dengan menggunakan ban dan akan mendapat bimbingan dari seorang pemandu.

img 3844 - Berpetualang di Green Canyon Kabupaten Pangandaran

Perjalanan yang dilalui akan berada dalam cekungan dinding terjal di kanan dan kiri aliran sungai. Dinding-dinding ini menyajikan keindahan tersendiri, yang paling unik adalah dinding yang berbentuk menyerupai sebuah gua yang atapnya sudah runtuh.

Selain itu beberapa kali pengunjung akan melewati stalaktit-stalaktit yang masih dialiri tetesan air tanah. Setelah beberapa ratus meter berenang, akan terlihat beberapa air terjun kecil di bagian kiri dan kanan yang begitu menawan. Jika diteruskan berenang maka pengunjung akan sampai pada ujung jalan, di mana terdapat gua yang dihuni oleh banyak kelelawar.

Alur aliran sungai ini cukup panjang, sehingga pengunjung dapat berenang sepuasnya sambil mengikuti arus dari air terjun. Selain pemandangan indah di atas permukaan air, Green Canyon akan menjadi surga tersendiri bagi yang suka menyelam.

Green Canyon 3 - Berpetualang di Green Canyon Kabupaten Pangandaran

Hanya dengan membawa beberapa alat selam, pemandangan menakjubkan berupa cekungan-cekungan di dalam air siap untuk ditelusuri dan dinikmati, lengkap dengan beragam ikan-ikan yang berenang ke sana kemari di dasar sungai. Bagi yang suka menantang adrenalin, dapat meloncat dari sebuah batu besar dengan ketinggian 5 m.

Bila anda berniat mengunjungi tempat ini sebaiknya berkunjung pada musim kemarau karea pada musim ini, air sungai Cijulang berwarna hijau tosca. Sedangkan pada musim hujan, saat curah hujan tinggi, air sungai akan berwarna coklat.

Selain itu pada musim hujan ada kemungkinan air sungai akan pasang atau aliran air sungai yang terlalu deras sehingga tempat ini ditutup untuk umum demi keselamatan pengunjung. Untuk akses menggunakan perahu disana tersedia armada perahu yang cukup banyak.

Ada sekitar 100 unit perahu yang dapat mengantarkan anda untuk menelusuri objek wisata ini, di setiap perahu akan dilengkapi seorang pemandu untuk memandu anda dalam perjalanan.

Dermaga Ciseureuh Perahu dengan Branding Kartu As - Berpetualang di Green Canyon Kabupaten Pangandaran

Rute perjalanan yang harus ditempuh untuk menuju Green Canyon dari Jakarta dan Bandung anda bisa mengikuti arah ke Jawa Tengah melalui Kota Tasik, Ciamis, Banjar Patroman, Pangandaran.

Jika dari Jawa Timur anda dapat menuju arah Jawa Tengah terlebih dahulu, lalu dilanjutkan untuk mengambil jalur ke Jawa Barat dengan mengikuti arah ke Purworejo-Kebumen-Wangon-Banjar Patroman-Pangandaran.

Bagi anda yang menggunakan kendaraan umum, tentunya anda hanya perlu menggunakan kendaraan umum dengan jurusan Pangandaran.

Hal yang perlu diperhatikan adalah tempat anda menginap, anda dapat menemukan penginapan di Pangandaran atau bisa juga menginap di objek wisata Batukaras yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan objek wisata Green Canyon.