Kategori
Destinasi Rekreasi

Destinasi Wisata Paling Hits di Semarang

Destinasi Wisata Paling Hits di Semarang

Destinasi Wisata Paling Hits di Semarang – Akhir tahun banyak orang yang memutuskan untuk berlibur supaya tak jenuh berada di rumah saja. Belakangan ini gaya liburan staycation banyak dipilih masyarakat. Ini karena dengan melakukan staycation, masyarakat bisa tetap liburan meski budgetnya terbatas.

Staycation mulai hadir di Amerika sejak terjadinya krisis ekonomi tahun 2007. Di Inggris, staycation mulai populer tahun 2009 saat Poundsterling melemah dan membuat biaya liburan ke luar negeri menjadi cukup mahal. Staycation populer untuk mereka yang tidak memiliki bujet lebih untuk melakukan traveling.

Di balik kesibukannya, Semarang ternyata menyimpan begitu banyak lokasi wisata yang layak dikunjungi. Mulai dari wisata alam, religi, sejarah, hingga budaya.

Banyak orang yang masih bingung antara perbedaan staycation dan juga vacation. Supaya mudah membedakan, kamu bisa mengingat bahwa staycation artinya liburan dengan mengunjungi area yang berada tak jauh dari lingkungan tempat tinggal. Sementara vacation artinya liburan dengan bepergian ke suatu destinasi wisata baik dekat maupun jauh.

Ayana Gedong Songo

Ayana Gedong Songo berlokasi di Krajan, Banyukuning, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah. Di sini kamu bisa nongkrong sambil menikmati beragam spot cantik yang Instagramable banget.

Pengelola Ayana memang menyediakan banyak spot yang bisa dipakai para pengunjung untuk berfoto, di antaranya ada bubble tent, balon udara, tempat duduk unik di tengah kolam, dan hammock. Suasananya pun begitu menyegarkan, karena Ayana berada cukup jauh dari hingar bingar lalu lintas.

Klenteng Sam Po Kong

Rasanya belum afdol kalau ke Semarang tapi gak main ke Klenteng Sam Po Kong. Klenteng yang berlokasi di Jalan Simongan, Bongsari, Semarang Barat, ini memang sarat akan sejarah Nusantara.

Lokasi ini merupakan bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama Laksamana China beragama Islam yang dikenal bernama Cheng Ho. Kamu bisa berburu spot foto menarik di sini.

Jangan lupa pula menyewa pakaian khas China yang tersedia di dekat loket utama. Waktu terbaik untuk mengunjungi Klenteng Sam Po Kong adalah sore hari.

Pagoda Avalokitesvara

Pagoda Avalokitesvara beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung, Banyumanik, Semarang. Sama seperti Sam Po Kong, Pagoda Avalokitesvara juga bisa menjadi spot foto yang menarik saat kamu berkunjung ke Semarang.

Pagoda yang dibangun pada 1955 ini memiliki tinggi sekitar 45 meter, yang terdiri dari tujuh tingkat. Tiap tingkatan terdapat empat buah patung Dewi Kwan Im yang menghadap empat penjuru mata angin.

Watu Gunung

Watu Gunung berlokasi di Desa Lerep, Ungaran Barat, Semarang. Di tempat ini kamu bisa menikmati kolam pemandian dengan panorama khas Pegunungan Ungaran. Suasananya yang tenang dan jauh dari hingar bingar perkotaan juga cocok buat kamu yang bosan dengan rutinitas kota yang bising.

Pondok Kopi Umbul Sidomukti

Buat kamu yang doyan ngopi, dijamin betah ketika mengunjungi Pondok Kopi Umbul Sidomukti ini, deh. Lokasinya berada tepat di kaki Gunung Ungaran, membuat tempat ngopi yang satu ini punya pemandangan dan suasana yang ciamik.

Jika masih punya waktu, kamu juga bisa mengunjungi kolam renang alam yang lokasinya tak jauh dari Pondok Kopi.

Kategori
Rekreasi

Tempat Wisata Ini Punya Sejarah yang Menyeramkan

Tempat Wisata Ini Ternyata Punya Sejarah yang Pilu dan Menyeramkan

Tempat Wisata Ini Punya Sejarah yang Menyeramkan – Pada umumnya, tempat wisata memang seharusnya menjadi tempat yang menyenangkan dan menggembirakan. Tapi siapa sangka, ternyata ada beberapa tempat wisata yang dulunya pernah di jadikan tempat pembantaian.

Lokasi wisata lazimnya menjadi tempat yang menyenangkan dan penuh dengan kegembiraan. Namun siapa sangka, beberapa tempat wisata ternyata pernah menjadi saksi bisu peristiwa pembantaian.

Di balik keindahannya, tempat-tempat wisata ini pun menyimpan misteri dan sejarah yang menyeramkan. Di mana saja ya? Berikut daftarnya.

Museum Fatahillah, Jakarta

Siapa yang tak kenal Museum Fatahillah? Museum yang terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, ini kerap menjadi tempat nongkrong kaum milennialls hingga tempat piknik asyik untuk keluarga.

Namun sebelum menjadi destinasi wisata, Museum Fatahillah dulunya sempat menjadi penjara dan tempat eksekusi. Sekitar tahun 1740, Gubernur Hindia Belanda Adriaan Valckenier pernah memerintahkan ribuan orang Tionghoa berbaris di depan Museum Fatahillah.

Mereka kemudian dieksekusi secara sadis oleh para algojo yang telah disiapkan. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Geger Pecinan.

Hutan Jati Petak 45F, Kendal, Jawa Tengah

Hutan Jati Petak 45F terletak di Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Masyarakat sekitar percaya hutan ini merupakan tempat yang angker.

Pasalnya, pada 1965, kawasan hutan ini menjadi lokasi pembantaian para terduga simpatisan PKI. Konon, para pengikut PKI tersebut dipaksa menggali lubang untuk makamnya sendiri, sebelum akhirnya ditembaki dengan menggunakan senjata.

Pulau Kumala, Tenggarong

Kini menjadi tempat yang Instagramable dan ramai dikunjungi wisatawan. Pulau yang memiliki luas wilayah 76 hektare ini memiliki banyak spot yang memanjakan para wisatawan untuk ber-selfie ria.

Namun, sebelum tahun 2000, tempat ini merupakan pulau kosong. Saking lamanya tak terjamah manusia, tempat ini pun dipercaya jadi sarangnya makhluk halus.

Banyak yang mengaku diganggu penampakan makhluk gaib seperti sosok genderuwo atau sosok wanita cantik berwajah pucat yang tiba-tiba hilang saat didekati.

Apakah Anda Sudah Mendengar Cerita Ini Sebelum Mengunjungi Tempat Tersebut

Gua Jomblang, Yogyakarta

Gua Jomblang merupakan salah satu gua vertikal yang cukup terkenal di kalangan traveler. Lokasinya berada di Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Gua ini menyuguhkan keindahan sinar matahari yang biasa disebut ‘cahaya surga’.

Namun di balik keindahannya, Gua Jomblang ternyata pernah menjadi saksi bisu peristiwa pembantaian massal, yakni pembantaian ratusan orang yang dituduh terlibat Partai Komunis Indonesia atau PKI.

Orang-orang tersebut dibariskan di pinggir mulut gua dengan tangan terikat satu sama lain. Ketika satu orang ditembak, maka seluruhnya akan ikut terjatuh ke dasar gua dan tewas mengenaskan.

Pulau Nusa Barung, Jember, Jawa Barat

Pulau ini terkenal sangat indah dan masih alami. Pasirnya putih bersih, dikelilingi hutan hijau, dan air lautnya berwarna biru kehijauan.

Namun di balik keindahannya, Nusa Barung ternyata punya sejarah yang cukup memilukan. Dulunya wilayah ini masuk dalam kekuasaan Kerajaan Blambangan.

Sekitar tahun 1777, terjadi peperangan antara Kerajaan Blambangan dengan Pemerintahan Belanda yang menewaskan banyak orang di sini. Sejak itu, Pulau Nusa Barung terlarang bagi penduduk sekitar. Pada tahun 1920, pulau ini resmi dijadikan cagar alam.

Kamu sendiri pernah mampir ke destinasi yang mana saja nih?

Kategori
Destinasi

Tempat Wisata Alam di Pekalongan

Tempat Wisata Alam di Pekalongan

Tempat Wisata Alam di Pekalongan – Tempat wisata Pekalongan tidak kalah mempesona dengan daerah lain di Indonesia. Pekalongan memiliki wisata laut, taman, gunung, air terjun, hingga museum Batik. Semuanya itu bisa diekplorasi untuk menambah wawasan sekaligus melepaskan stres dari rutinitas.

Pekalongan merupakan salah satu wilayah di Jawa Tengah yang berada di utara Pulau Jawa. Wilayah yang terdiri dari kota dan kabupaten ini tak hanya memiliki kerajinan batik yang indah. Tetapi juga kaya wisata alam yang menawan.

Buat kamu yang berencana liburan, gak ada salahnya nih untuk mencoba mengunjungi spot-spot wisata alam di Pekalongan.

Curug Madu

Curug Madu berlokasi di Lemah Abang, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan. Lokasinya tak begitu jauh dari pusat Kota Pekalongan.

Waktu tempuh dari pusat kota sekitar 30 menit menggunakan kendaraan bermotor. Disini menyuguhkan air terjun dengan suasana yang segar serta pepohonan yang rindang.

Curug Tirta Muncar

Curug Tirta Muncar berada di Curugmuncar, Kecamatan Petungkriono, Kabupaten Pekalongan.  Tirta Muncar menawarkan keindahan air terjun dengan suasana khas pegunungan yang menyegarkan.

Namun kamu perlu hati-hati, karena akses menuju ke Tirta Muncar cukup sulit dengan medan curam dan licin.

Kedung Sipingit

Kedung Sipingit dikenal dengan sebutan Black Canyon. Lokasinya berada di Kayupuring, Kecamatan Petungkriono, Kabupaten Pekalongan.

Bengkelung Park

Bengkelung Park berlokasi di Sidoharjo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan. Spot wisata ini juga punya air terjun yang masih asri.

Jernihnya air yang dikelilingi hijaunya pepohonan dijamin bikin betah. Apalagi di sini kamu diperbolehkan mandi atau main air. Tapi harus tetap hati-hati ya, guys!

Welo Asri

Ada Welo Asri berada di Kayupuring, Kecamatan Petungkriono, Kabupaten Pekalongan. Spot wisata ini menawarkan wahana air berupa river tubing dengan biaya sekitar Rp75 ribu per orangnya. Segar dan jernihnya air di Welo Asri dijamin bikin betah berlama-lama di sini.

Curug Bajing

Curug Bajing berlokasi di Gumelem, Kecamatan Petungkriono, Kabupaten Pekalongan. Tempat wisata ini punya air terjun yang cantik, karena tepat berada di bawah air.

Curug Bajing punya tinggi air tejun sekitar 75 meter, dengan kolam di bawahnya berdiameter sekitar tiga meter. Namun, pengelola meminjam pengunjung untuk mandi karena arusnya cukup deras.

Kategori
Rekreasi

Berpetualang di Green Canyon Kabupaten Pangandaran

Berpetualang di Green Canyon Kabupaten Pangandaran,- Grand Canyon atau Ngarai Besar adalah sebuah ngarai tebing-terjal yang diukir oleh Sungai Colorado di utara Arizona, Amerika. Jika merasa terlalu jauh untuk berkunjung ke Grand Canyon yang ada di Amerika, maka anda hanya perlu berkunjung ke Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat.

Disana terdapat tempat wisata yang menyerupai Grand Canyon, yaitu Green Canyon. Green Canyon sendiri tak kalah cantiknya dengan Grand Canyon di Amerika. Green Canyon sebenarnya memiliki nama asli Cukang Taneuh. Nama Green Canyon sendiri dipopulerkan oleh seorang warga Perancis pada tahun 1993.

Sedangkan Cukang Taneuh jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah jembatan tanah. Nama ini diberikan karena di atas lembah dan jurang Green Canyon terdapat jembatan dari tanah yang digunakan oleh para petani untuk pergi berkebun.

awesome green anyon with green of the plant and blue water - Berpetualang di Green Canyon Kabupaten Pangandaran

Untuk mengunjungi Green Canyon, jika dari Kota Ciamis berjarak sekitar 130 Km atau jika dari Pangandaran berjarak sekitar 31 Km. Di dekat objek wisata ini terdapat objek wisata Batukaras serta Lapangan Terbang Nusawiru.

Objek wisata mengagumkan ini sebenarnya merupakan aliran dari sungai Cijulang yang melintas menembus gua yang penuh dengan keindahan pesona stalaktif dan stalakmitnya.

Selain itu daerah ini diapit oleh dua bukit dengan banyaknya bebatuan dan pepohonan yang rimbun. Semuanya itu membentuk seperti suatu lukisan alam yang begitu indah.

Untuk mencapai lokasi ini wisatawan harus berangkat dari dermaga Ciseureuh. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan perahu tempel atau kayuh yang banyak tersedia disana.

Jarak antara dermaga dengan lokasi Green Canyon sekitar 3 Km, yang bisa ditempuh dalam waktu 30-45 menit. Sepanjang perjalanan kita akan melewati sungai dengan air berwarna hijau tosca. Mungkin dari sinilah nama Green Canyon berasal.

Setelah mencapai tempat yang sempit dan sulit dilewati oleh perahu berarti sudah sampai di mulut Green Canyon dengan air yang sangat jernih dan berwarna kebiru-biruan. Di sinilah awal petualangan menjelajah keindahan objek wisata ini dimulai.

Keindahan Green Canyon diapit tebing tinggi - Berpetualang di Green Canyon Kabupaten Pangandaran

Dari sini wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dengan berenang atau merayap di tepi batu. Disini telah disediakan ban dan pelampung bagi yang memilih untuk berenang. Meski harus menempuh perjalanan seperti ini, perjalanan dijamin sepenuhnya aman.

Bahkan untuk anak-anak >6 tahun cukup aman untuk menyusuri aliran sungai dengan menggunakan ban dan akan mendapat bimbingan dari seorang pemandu.

img 3844 - Berpetualang di Green Canyon Kabupaten Pangandaran

Perjalanan yang dilalui akan berada dalam cekungan dinding terjal di kanan dan kiri aliran sungai. Dinding-dinding ini menyajikan keindahan tersendiri, yang paling unik adalah dinding yang berbentuk menyerupai sebuah gua yang atapnya sudah runtuh.

Selain itu beberapa kali pengunjung akan melewati stalaktit-stalaktit yang masih dialiri tetesan air tanah. Setelah beberapa ratus meter berenang, akan terlihat beberapa air terjun kecil di bagian kiri dan kanan yang begitu menawan. Jika diteruskan berenang maka pengunjung akan sampai pada ujung jalan, di mana terdapat gua yang dihuni oleh banyak kelelawar.

Alur aliran sungai ini cukup panjang, sehingga pengunjung dapat berenang sepuasnya sambil mengikuti arus dari air terjun. Selain pemandangan indah di atas permukaan air, Green Canyon akan menjadi surga tersendiri bagi yang suka menyelam.

Green Canyon 3 - Berpetualang di Green Canyon Kabupaten Pangandaran

Hanya dengan membawa beberapa alat selam, pemandangan menakjubkan berupa cekungan-cekungan di dalam air siap untuk ditelusuri dan dinikmati, lengkap dengan beragam ikan-ikan yang berenang ke sana kemari di dasar sungai. Bagi yang suka menantang adrenalin, dapat meloncat dari sebuah batu besar dengan ketinggian 5 m.

Bila anda berniat mengunjungi tempat ini sebaiknya berkunjung pada musim kemarau karea pada musim ini, air sungai Cijulang berwarna hijau tosca. Sedangkan pada musim hujan, saat curah hujan tinggi, air sungai akan berwarna coklat.

Selain itu pada musim hujan ada kemungkinan air sungai akan pasang atau aliran air sungai yang terlalu deras sehingga tempat ini ditutup untuk umum demi keselamatan pengunjung. Untuk akses menggunakan perahu disana tersedia armada perahu yang cukup banyak.

Ada sekitar 100 unit perahu yang dapat mengantarkan anda untuk menelusuri objek wisata ini, di setiap perahu akan dilengkapi seorang pemandu untuk memandu anda dalam perjalanan.

Dermaga Ciseureuh Perahu dengan Branding Kartu As - Berpetualang di Green Canyon Kabupaten Pangandaran

Rute perjalanan yang harus ditempuh untuk menuju Green Canyon dari Jakarta dan Bandung anda bisa mengikuti arah ke Jawa Tengah melalui Kota Tasik, Ciamis, Banjar Patroman, Pangandaran.

Jika dari Jawa Timur anda dapat menuju arah Jawa Tengah terlebih dahulu, lalu dilanjutkan untuk mengambil jalur ke Jawa Barat dengan mengikuti arah ke Purworejo-Kebumen-Wangon-Banjar Patroman-Pangandaran.

Bagi anda yang menggunakan kendaraan umum, tentunya anda hanya perlu menggunakan kendaraan umum dengan jurusan Pangandaran.

Hal yang perlu diperhatikan adalah tempat anda menginap, anda dapat menemukan penginapan di Pangandaran atau bisa juga menginap di objek wisata Batukaras yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan objek wisata Green Canyon.